Gebrakan Awal Tahun Kejari Bengkayang Selamatkan Kerugian Negara 700 Juta Lebih

Bengkayang – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkayang mengembalikan kerugian negara dalam kasus korupsi membuahkan hasil. Hal ini dibuktikan baru 1 bulan berjalan di tahun 2021 bersamaan dengan dimulainya penuntutan atas 11 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Penyaluran Dana Bantuan Khusus dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bengkayang kepada Pemerintah Desa di Wilayah Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2017, kooperatif dan mau mengembalikan uang yang dinilai merugikan negara senilai Rp 20 Miliar. Sehingga sampai saat ini total kerugian negara yang telah diselamatkan senilai Rp. 9.931.058.501,00

“Iya, sudah 2 tersangka yang awal penuntutan ini kooperatif dan mengembalikan kerugian negara dengan masing-masing senilai 99 jt dan 600jt lebih,” ucap Kasi Pidsus Kejari Bengkayang, Adityo Utomo, S.H.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Fachrizal, S.H. mengapresiasi kinerja Pidsus di awal tahun 2021 atas penyelamatan kerugian negara dalam tahap penuntutan ini.

“Bahwa saat ini Bidang Pidsus Kejari Bengkayang sedang menangani 9 berkas perkara korupsi atas 1 orang tersangka dalam tahap penuntutan dan 1 perkara korupsi dalam tahap penyidikan”. Ujar Kajari Bengkayang, Fachrizal, S.H.

Kajari menjelaskan, para tersangka mengembalikan uang tersebut secara bertahap, ada yang melalui penyitaan penyidik Polda Kalbar, dan yang terakhir kemarin melalui penuntut umum Kejari Bengkayang. “Pengembalian tersebut sesuai perhitungan ahli Perhitungan Kerugian Negara dan BPK RI, yang terbuktikan dalam fakta persidangan sebelumnya,” pungkasnya.

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top