Hakordia 2019: dari Meksiko Hingga Bengkayang

Kejaribengkayang.com-Bengkayang, Perjanjian Anti Korupsi yang menjadi substansi dan kemudian ditandatangani di Merdia, Meksiko pada Sidang Majelis Umum PBB pada 9-11 Desember 2003 menjadi tonggak sejarah perlawanan dunia internasional terhadap kejahatan korupsi, yang ditandai dengan ditetapkannya hari korupsi internasional.

Upacara Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2019 di Kejaksaan Negeri Bengkayang.

Hari ini Senin, 09 Desember 2019, telah genap 16 Tahun peringatan hari anti korupsi internasional tersebut digelar dan menjadi tranding topic pada pada setiap rubrik media nasional maupun internasional. Tentunya dibutuhkan proses evaluasi dan pemantapan pelaksanaan program-program dan kebijakan anti korupsi.

Di tahun ini, Indonesia dalam peringatan hari anti korupsi internasional, menggabarkan kepada dunia bahwa Indonesia masih mempunyai masalah dengan korupsi yakni melalui satu tema besar “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”. Sebuah tema yang berisi pengharapan, doa dan semangat untuk tidak menyerah memberantas korupsi.

Festival Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2019.

Kejaksaan Negeri Bengkayang yang menjadi bagian integral dengan Kejaksaan R.I melakukan berbagai kegiatan untuk memeringati hari anti korusi internasional tersebut, yang dikemas dalam Festival Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2019. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan kunjungan Organisasi Kemahasiswaan, Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan setidaknya 20 Siswa SMA Negeri 2 Bengkayang serta insan pers.

Berikut berbagai kegiatan Festival Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2019 Kejaksaan Negeri Bengkayang yang tentunya perlu kamu intip:

  • Upacara Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2019 yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kajari Bengkayang, Martinus Hasibuan, S.H;
  • Nonton Bareng dan Diskusi Film Pendek Anti Korupsi, dengan judul: Selamat Siang Risa!;
  • Pemutaran video “Selamat Hari Anti Korupsi” dari Sejuta Teman;
  • Games Anti Korupsi;
  • Penandatangan Deklarasi Anti Korupsi yang melibatkan berbagai elemen;
  • Kuis Anti Korupsi yang diselenggarakan secara khusus oleh Bidang Pidsus;
  • Safari Aktivis Mahasiswa dan Siswa Tingkat SLTA di setiap bidang (dilakukan penjelasan Tusi dan aktivitas kerja di masing-masing bidang);
  • Kunjungan pada fasilitas kantor dan pelayanan publik (peserta dengan antusias melihat dan mendapat penjelasan terkait fasilitas yang tersedia, seperti ruang penyimpanan barang bukti, SIM KARI dan Media Centre Kejari Bengkayang);serta
  • Foto booth.
Kuis Antikorupsi Bidang Tindak Pidana Khusus.

Teresia Windy, Presidium Hubungan Luar Negeri PMKRI Cabang Bengkayang, mengapresiasi kegiatan Festival Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2019 di kantor Kejaksaan Negeri Bengkayang.

“Untuk pertama kalinya kami diundang Kejaksaan Negeri Bengkayang untuk secara langsung melihat aktivitas kerja, kami juga mendapat banyak pengetahuan terkait pengelolaan Media Centre, barang bukti, terlebih film pendek yang ditayangkan tadi memuat pesan yang sangat berharga untuk berani jujur walaupun dalam kondisi sosial yang sederhana dan dalam keterbatasan”, pungkas presidium organisasi kemahasiswaan yang memliki semboyan Religio Omnium Scientiarum Anima.

Sesi Foto Bersama dengan Kajari dan Para Kepala Seksi Kejari Bengkayang.

Dalam bebrapa kesempatan yang lalu, prestasi Kejaksaan dalam mengembalikan kerugian negara dilakukan oleh Kejaksaan Agung yang melakukan eksekusi uang pengganti terhadap terpidana Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara PT. PLN Batubara senilai Rp 477,359 miliar.

 

“Kejaribengkayang.com, Serving and Educating

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top