IAD Daerah Bengkayang Selenggarakan “Gerakan Indonesia Bersih”

Dalam rangka menjaga keseimbangan alam dan kehidupan, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Bengkayang ikut serta menyelenggarakan “Gerakan Indonesia Bersih” pada Senin (30/04) di Kabupaten Bengkayang.

Ketua IAD Daerah Bengkayang, Ny. Ropita Martinus Hasibuan Didampingi Ny. Melanie Stefanus Saat Menanam Pohon Buah.

Ketua IAD Daerah Bengkayang Ny. Ropita Martinus Hasibuan bersama Wakil Ketua IAD Daerah Bengkayang, Ny. Melanie Stefanus dengan pasti memimpin agenda Gerakan Indonesia Bersih di Kabupaten Bengkayang yang diisi dengan kegiatan bersih-bersih, penanaman pohon dan pelepasan ratusan benih ikan.

Pelepasan Ratusan Benih Ikan oleh Seluruh Anggota IAD Daerah Bengkayang.

Pada Tahun 2019, Gerakan Indonesia Bersih sendiri, terilhami pada Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 yang diluncurkan berdasarkan hasil Koordinasi lintas kementerian dalam Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta 21 Februari 2019, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Suasana Bersih-bersih di Lingkungan Kejaksaan Negeri Bengkayang.

Ny. Ropita Martinus Hasibuan dalam arahannya kepada seluruh anggota IAD Daerah Bengkayang, mengingatkan agar anggota IAD dalam lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam sistem sosial untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelesatarian alam dan kehidupan.

“Gerakan Indonesia Bersih bukan hanya gerakan seremonial, melainkan gerakan moral untuk menjaga kelestarian alam dan kehidupan. Ibu-ibu di lingkungan keluarga mulailah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, terutama terhadap barang sekali pakai. Didik dan arahkan anak kita untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya hingga kegiatan itu sendiri menjadi bagian dari budaya keluarga”, Ketua IAD Daerah Bengkayang dalam arahannya.

Rehat IAD Daerah Bengkayang di Sela-sela Kegiatan “Gerakan Indonesia Bersih”.

Gerakan Indonesia Bersih sendiri sangatlah penting bagi Indonesia dan dunia. Rilis penelitian Universitas Georgia pada 2015, menunjukkan Indonesia merupakan pemasok sampah plastik terbanyak kedua di dunia, yakni sebanyak 187,2 Juta Ton.

Pada Tahun 2018, BKSDA Kalimantan Barat bekerja sama dengan WWF Indonesia region Kalimantan Barat sendiri menemukan 10 ekor penyu hijau mati di pesisir Paloh, Kabupaten Sambas yang diperkirakan mati karena polutan yang ada di ekosistem laut.

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top