Jurnalis Bengkayang Berdiskusi dengan Kajari Bengkayang pada Hari Kerja Pertama Pasca Cuti Bersama

Menurut Hoefnagels, upaya penanggulangan kejahatan dengan menggunakan kebijakan kriminal dapat dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) cara, yakni melalui criminal law application, prevention without punishment, influencing fiews of society on crime and punishment (mass media).

Kebutuhan peranan media masa melalui kegiatan jurnalistik dalam proses penanggulangan kejahatan dewasa ini tidak lagi menjadi suatu pilihan, melainkan sebuah keharusan. Sistem peradilan pidana membutuhkan peran jurnalis untuk tidak hanya sebagai corong informasi atau peniup peluit atas terjadinya suatu tindak pidana, melainkan juga sebagai sarana diseminasi informasi kepada publik.

Menyambut hal tersebut yang turut dipacu dengan adanya keterbukaan informasi publik, Kejaksaan Negeri Bengkayang pada hari pertama kerja pasca hari raya Idul Fitri kembali menerima kunjungan dari insan jurnalis, di antaranya dari Rakyat Kalbar dan Tabloid Sebalo, pada Senin (10/06) di Kantor Kejaksaan Negeri Bengkayang.

Jurnalis dari Rakyat Kalbar dan Tabloid Sebalo Bersama Kajari, Kasi Intelijen dan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bengkayang.

Dalam kesempatan tersebut, Azis dan Kurnadi selaku jurnalis melakukan diskusi dan pertukaran informasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Martinus Hasibuan S.H, yang turut didampingi oleh Kasi Intelijen dan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bengkayang.

“Diskusi hangat ini kita gunakan untuk berdiskusi dan bertukar informasi terkait proses penegakan hukum di Kabupaten Bengkayang, baik dalam proses pencegahan dan penanganan kasus tindak pidana korupsi maupun peranan Kejaksaan dalam pembangunan di Kabupaten Bengakayang, kita harapkan setiap dugaan tindak pidana korupsi dapat ditindaklanjuti”, ungkap Kurnadi, jurnalis Rakyat Kalbar.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Martinus Hasibuan S.H, mengungkapkan bahwa pada dasarnya setiap sub sistem dalam sistem peradilan pidana membutuhkan peranan media masa agar masyarakat dapat mengetahui kinerja SPP.

“Pada prinsipnya setiap sub sistem dalam sistem peradilan pidana membutuhkan peranan media masa, namun tidak setiap informasi dapat kami berikan. Tentunya, informasi yang diberikan harus terlebih dahulu memenuhi nilai kepatutan untuk diketahui oleh publik. Rekan-rekan media diharapkan juga dapat memberikan informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi misalnya kepada kami. Namun, dalam follow up-nya tentu kita harus menghormati prinsip presumption of innocent” Kajari Bengkayang dalam sela-sela diskusi.

Apel Pagi Kejaksaan Negeri Bengkayang

Pada pertama hari kerja pasca cuti bersama hari raya Idul Fitri ini, Kejaksaan Negeri Bengkayang sendiri melaksanakan apel pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Bengkayang yang dilanjutkan dengan agenda Halal bi Halal di internal Kejaksaan Negeri Bengkayang.

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top