Kecerdasan Daya Juang (Adversity Quotient) IAD Wilayah Kalbar dalam Momentum Hari Kartini

Kecerdasan daya juang (adversity quotient) dari seorang RA Kartini telah menebarkan benih perjuangan bagi wanita Indonesia untuk terus ikut serta secara aktif membangun peradaban dan kemajuan bangsa.

Terlahir dari rahim kalangan priyai dan terdidik sedari kecil, tidak lantas menyempitkan alam pikir dan citanya untuk memperjuangkan pendidikan wanita Indonesia. Gugatan terhadap kuatnya budaya patriarkhi yang melingkari kehidupan wanita Indonesia pada saat itu, dilayangkannya melalui Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf-vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit yang merupakan sederet embrio nilai emansipasi.

Pertemuan Konsultasi (PK) IAD Wilayah Kalbar.

Untuk merefleksi cita-cita RA Kartini pada era millennial, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kalimantan Barat dalam Pertemuan Konsultasi-nya (PK), kembali membongkar perjalanan dan prestasi seorang Kartini. Dengan menggunakan Kebaya, Selasa (24/04) bertempat di Lt. III Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, IAD Wilayah Kalbar memeringati Hari Kartini dengan membacakan biografi dan perjalanan hidup Kartini di masa hidupnya.

Dalam sambutannya Pengawas IAD Wilayah Kalbar Ade Tajudin Sutiawarman S.H.,M.H, kembali mengingatkan bagaimana RA. Kartini memperjuangkan hak wanita di bidang pendidikan.

Pengawas IAD Wilayah Kalbar, Ade Tajudin Sutiawarman S.H., M.H.

“Ibu RA. Kartini memulai perjuangan hak-hak wanita Indonesia dengan langkah-langkah kecil, dengan mengajarkan ilmu yang manfaat seperti berhitung, membaca dan lain-lainnya, Kartini dengan misinya dapat mulai mengangkat derajat kaum wanita. Hingga seperti apa yang kita rasakan saat ini, banyak profesi-profesi strategis telah diisi oleh peran wanita, tidak terkecuali profesi Jaksa bahkan Presiden sekalipun”, Pengawas IAD Wilayah Kalbar mentriger anggota IAD.

Ketua IAD Wilayah Kalbar, Ibu Baginda Polin Lumban Gaol, dengan lugas mengajak kepada seluruh anggota IAD Wilayah Kalbar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan peradaban dan kemajuan bangsa.

Ketua IAD Wilayah Kalbar, Ibu Baginda Polin Lumban Gaol.

“Momentum 21 April, hendaknya dijadikan sebagai pelecut semangat untuk terus bangkit dari ketertinggalan. Ikatan Adhyaksa Dharmakarini harus lebih maju lagi kedepannya, bermartabat, dan berdaya saing tinggi. Sebuah bangsa akan maju, tergantung dari kualitas perempuannya”, Ketua IAD Wilayah Kalbar dalam sambutannya.

Momentum Pertemuan Konsultasi (PK) IAD Wilayah Kalbar menjadi semakin spesial, karena selain diisi dengan berbagai perlombaan dan perunjukan seni/etnik, IAD Wilayah Kalbar juga mengagendakan kegiatan “Gerakan Indonesia Bersih” di Alun-alun Kapuas, Pontianak, pada Rabu (24/04).

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top