Laksanakan Amanat Undang-undang, Kejati Kalbar Ambil Sumpah Calon PNS

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Senin (22/04) Pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Lt. 4 Kejati Kalbar, melaksanakan pengambilan sumpah/janji terhadap Calon PNS yang ditugaskan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, Calon PNS yang diambil sumpahnya tersebut, resmi beralih status menjadi PNS.

Kajati Kalbar, Baginda Polin Lumban Gaol, S.H., M.H Saat Kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji PNS di lingkungan Kejati Kalbar.

Sebagaimana diketahui, para PNS di lingkungan Kejati Kalbar yang baru diambil sumpah tersebut, telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kejaksaan RI di Ragunan dan Ceger, Jakarta. Adapun pendidikan dan pelatihan yang telah diselesaikan, antara lain Diklat Teknis Administrasi Kejaksaan (TAK) dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Baginda Polin Lumban Gaol, S.H., M.H., dalam sambutannya mengharapkan kepada insan Adhyaksa muda untuk dapat beradaptasi dengan transformasi yang terjadi pada sistem sosial, khususnya terhadap Revolusi Industri 4.0, karena transformasi tersebut menuntut sebuah inovasi dan menyasar pada kompetisi.

Rohaniawan Mendampingi Pengambilan Sumpah/Janji PNS di Lingkungan Kejati Kalbar.

“Tongkat estafet kepemimpinan di tubuh Kejaksaan pada gilirannya nanti akan berada pada insan Adhyaksa muda, persiapkan diri dengan integritas dan kemampuan diri, adaptasi terhadap teknologi pasca Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu keharusan demi membangun upaya-upaya reformasi birokrasi pada institusi Kejaksaan”, Kajati Kalbar dalam sambutannya.

Kejaksaan Republik Indonesia melalui sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, sebelumnya telah mewajibkan bagi Calon PNS untuk melaksanakan program aktualisasi pada setiap satuan kerja. Tidak sedikit dari program aktualisasi tersebut telah mengadopsi fungsi teknologi. Seperti yang dilakukan Ade Surachman, Staf Pidana Khusus Kejari Bengkayang tersebut membuat sistem administrasi dan register perkara berbasis aplikasi data.

Seluruh ASN di Lingkungan Kejati Kalbar Setelah Diambil Sumpah/Janji.

Dengan sistem yang demikian, aksesibilitas data administrasi dan register tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu karena dapat diakses kapan saja, dimana saja dan dengan tingkat kemanan tinggi tentunya. Atas capaian tersebut Ade Surachman terpilih menjadi peserta terbaik dalam program Pelatihan Dasar (Latsar), dimana ia harus bersaing dengan ratusan peserta lain dari seluruh Kejati se-Indonesia.

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top