Melirik Persaudaraan dan Kekeluargaan Kejari Sambas dan Kejari Bengkayang

Sosok penegak hukum tidaklah selalu dapat diasosiasikan dengan heroisme sebagaimana yang tergambarkan dalam karya pujangga Yunani Homeros. Setidaknya melalui dua karya The Illiad maupun Odyssey-nya, Homeros mencitrakan dunia hukum yang kental dengan epos dan keadilan beserta gagasannya tentang Dewi Themis yang dikenal dengan keselarasan dan kepastian hukumnya.

Sayangnya, Homeros lalai untuk menghadirkan plot cerita lengkap tentang struktur hukum yang merupakan bagian dari Sistem Peradilan Pidana sebagaimana yang dikonsepkan oleh Lawrence Mield Friedman yang dalamnya terdapat dinamika kehidupan penegak hukum itu sendiri.

Keselarasan dan kepastian dalam kehidupan aparat penegak hukum merupakan suatu keniscayaan. Tidak jarang dalam aktifitas kerjanya, terselip rasa rindu dengan kerabat, keluarga dan Orangtuanya di kampung halaman. Hal tersebut kemudian menjadi pemantik bagi setiap insan penegak hukum untuk memiliki kepedulian (sense of belonging) dan rasa tanggung jawab (sense of responsibility) dengan sesama rekan kerjanya.

Hal tersebut tergambarkan melalui kegiatan ramah tamah dan eksebisi tim futsal Kejari Bengkayang dan Kejari Sambas yang kental dengan rasa kekeluargaan yang dihelat pada hari Selasa, tanggal 26 Februari 2019 di Kabupaten Bengkayang.

Dalam lawatannya ke Kabupaten Bengkayang, Keluarga Besar Kejari Sambas dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Ichwan Effendi, S.H yang juga turun langsung dalam pertandingan futsal dengan Kejari Bengkayang.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Martinus Hasibuan, S.H mengapresiasi kegiatan yang dlaksanakan untuk kedua kalinya tersebut. Beliau mengharapkan jalinan rasa persaudaraan dan kekeluargaan antara Kejari Bengkayang dan Kejari Sambas dapat terus dilanjutkan.

Keakraban Kajari Bengkayang Martinus Hasibuan, S.H dan Kajari Sambas Ichwan Effendi, S.H.

“Sebagaimana doktrin Kejaksaan, Kejari Sambas dan Kejari Bengkayang adalah satu dan tidak bisa dipisah-pisahkan (een en ondelbaar). Semoga melalui kegiatan ramah tamah dan eksebisi ini, kita dapat terus meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di sela-sela rutinitas dan kegiatan formal-institusional Kejaksaan”, ungkap Kajari Bengkayang.

Pertandingan futsal sendiri berjalan dengan seru dan sengit, yang akhirnya dimenangkan oleh Tim Futsal Kejaksaan Negeri Bengkayang, dimana Kasubbagbin Achmad Riduan, S.H, Kasi Intelijen William Jakson Sigalingging, Kasi Pidum Ardi Prasetyo, S.H, Kasi Pidsus Tony Stefanus Sahertian, S.H, dan Kasi Datun Salomo Saing, S.H., M.,H secara bersama memanajeri langsung Tim Futsal Kejari Bengkayang.

Situasi Kekeluargaan yang terbangun antara Tim Futsal Kejari Bengkayang dan Kejari Sambas.

Dengan hasil tersebut tampaknya Kejari Bengkayang dan Kejari Sambas harus menghelat pertandingan ulang, karena pada pertandingan pertama di Kabupaten Sambas, tuan rumah berhasil mendominasi dan memenangkan pertandingan.

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top