Mengenal Basamsam atau Lockdown Lokal Ala Bengkayang

Kejaribengkayang.com-Bengkayang,Bengkayang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang penduduknya terdiri dari berbagai macam suku dan agama serta sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, khususnya masyarakat suku dayak di kabupaten bengkayang yang turut bersimpati dan merasa cemas atas merebaknya wabah COVID-19 atau virus corona yang semakin masif penyebarannya di seluruh Indonesia dan termasuk di Provinsi Kalimantan Barat yang per 29 Maret 2020 terdapat kasus 2.700 ODP, 26 Orang PDP, dan kasus yang terkonfirmasi COVID-19 berjumlah 4 orang, dengan kasus ODP di kabupaten bengkayang sebanyak 65 orang.

Menanggapi situasi tersebut para tokoh adat dayak yang tergabung dalam Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang mengambil sikap dan tindakan dalam rangka meminimalisir resiko tertularnya masyarakat dari wabah COVID-19 serta meluasnya penyebaran virus tersebut dengan melakukan koordinasi bersama perwakilan tokoh berbagai elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkayang untuk mengadakan Ritual Adat Ba’samsam atau lockdown lokal secara serentak di Kabupaten Bengkayang yang dilaksanakan pada hari Sabtu pukul 16.00 WIB sampai dengan Senin 07.00 WIB.

Suasana jalanan di kota Bengkayang selama Ritual Basamsam berlangsung.

Hendrikus Clement, merupakan tokoh masyarakat di Kabupaten Bengkayang dan juga ketua DPRD pertama Kabupaten Bengkayang, mengatakan Ritual Adat Basamsam ini mengandung nilai-nilai yang sangat tinggi.

“Ritual adat Ba’samsam adalah ritual yang biasa dilaksanakan dengan maksud untuk meghalau dan mencegah penyakit dan hama padi dalam pertanian ladang dan sawah, Wabah penyakit tersebut bisa menyerang tanaman, ternak, dan juga manusia.’’ Ujarnya waktu ditanya melalui via Whatsapp.

Ritual tersebut menganjurkan seluruh masyarakat untuk mengehentikan rutinitas keseharian mereka dan tidak membolehkan adanya aktivitas di luar rumah selama waktu yang telah ditentukan.

 

Ritual adat Ba’samsam berlaku tidak hanya untuk masyarakat dayak Bengkayang saja melainkan bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bengkayang terkecuali bagi aparat keamanan, petugas kesehatan/medis, pegawai rumah sakit, pegawai bank, awak media dan pihak-pihak lain yang menjalankan tugas negara.

Disadari atau tidak bahwa budaya seperti ini menjadi salah satu solusi efektif dalam penanganan wabah yang sudah menjadi bencana nasional, mengingt masyarakat secara sukarela menaati apa yang menjadi anjuran dari dilaksanakannya ritual adat tersebut dan sebagai salah satu upaya membantu pemerintah yang juga berupaya untuk mengatasi penyebaran COVID-19 melalui kebijakan social distancing.

Berita dan konten ini dibuat oleh Rina Kosi,mahasiswa Universitas Panca Bhakti Pontianak yang sedang melakukan kegiatan magang di kantor Kejaksaan Negri Bengkayang.

“Kejaribengkayang.com, Serving and Educating

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top