Seksi BB & BR Kejaksaan Negeri Bengkayang Lakukan Penelitian terhadap Barang Bukti Perkara Migas

Pada hari Selasa (7/10) Kejaksaan Negeri Bengkayang melalui Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan melakukan penelitian terhadap barang bukti dalam perkara pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) yang tanpa dilengkapi izin.

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Bengkayang, Dudy Ritoko, S.H menyatakan bahwa tujuan dari penelitian barang bukti ini adalah untuk memastikan kesesuaian jumlah barang dan mutu barang bukti yang proses penyidikannya dilakukan oleh Polres Bengkayang.

Penelitian Barang Bukti yang Dilakukan oleh Pegawai Kejaksaan Negeri Bengkayang terhadap Barang Bukti Migas dari Polsek Sungai Raya, Bengkayang.

“Kegiatan penelitian barang sitaan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian dan mutu barang bukti dalam perkara Migas yang diatur dalam berbagai norma dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi”, ungkap Kasi BB & BR.

Penelitian barang bukti itu sendiri dilakukan terhadap 5 (Lima) perkara dengan rincian barang bukti sebagai berikut:

  • 1 (satu) unit mobil pick up merk Chevrolet warna biru dengan nomor polisi terpasang KB 8003 K yang berisikan minyak solar sebanyak 70 (tujuh puluh) liter beserta kuncinya;
  • 2 (dua) drum ukuran 230 liter yang berisikan minyak solar bersubsidi dengan rincian 1 (satu) drum berisi kurang lebih 210 liter dan 1 (satu) drum berisi kurang lebih 140 liter;
  • 8 (delapan) ken yang berisikan solar bersubsidi dengan ukuran 35 liter dengan isi perkennya kurang lebih 33 liter;
  • 1 (satu) unit mobil pick up merk MITSUBISHI FE 71 warna kuning dengan nomor polisi terpasang E 8518 PK dengan nomor rangka: MHMFE71P1BK026577 dan nomor mesin 4D34TG61864 beserta kunci kontak kendaraan tersebut;
  • 6 (enam) ken/dirijen yang berisikan BBM jenis solar @ 35 (tiga puluh lima) liter per ken / dirijen;
  • 1 (satu) unit mobil pick-up merk Suzuki warna putih dengan nomor polisi KB 8629 CB beserta kunci kontak;
  • 1 (satu) lembar STNK mobil pick-up merk Suzuki warna putih dengan nomor polisi KB 8629 CB an. NURMIDA;
  • 16 (enam belas) ken/jirigen berisikan BBM jenis solar dengan isi 35 (tiga puluh lima) liter per ken/jirigen;
  • 4 (empat) ken/jerigen berisikan BBM jenis solar dengan isi 70 (tujuh puluh) liter per ken/jirigen;
  • 2 (dua) ken berisikan BBM jenis Pertalite denga nisi 35 (tiga puluh lima) liter per ken/jirigen;
  • 2 (dua) buah drum yang berisikan BBM jenis Pertalite @ 230 (dua ratus tiga puluh) liter per drum;
  • 10 (sepuluh) buah ken / dirijen yang berisikan BBM jenis Pertalite @ 38,3 (tiga puluh delapan koma tiga) liter per ken/dirijen;
  • 7 (tujuh) lembar nota pembelian minyak Pertalite;
  • 1 (satu) unit sepeda motor HONDA NF100 dengan nomor polisi KB 5738 CP dengan nomor rangka: MH1KEV218YK162255, nomor mesin: KEV2E1162662 dengan menggunakan Surat Keterangan Nomor Kendaraan (STNK) atas nama NG HOK HUA beserta kunci kontak;
  • 24 (dua puluh empat) jirigen solar @ 30 liter dengan total 720 (tujuh ratus dua puluh) liter.
Kasi BB & BR Kejari Bengkayang, Dudy Ritoko, S.H Memantau Proses Penelitian Barang Bukti Perkara Migas dari Polsek Sungai Raya, Bengkayang.

Di dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sendiri memang melarang segala bentuk Pengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan dan Perniagaan bahan bakar minyak (BBM) yang tanpa dilengkapi oleh izin usaha.

Bagikan Ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top